Blog

MissMatch Kebijakan Pemerintah
(06 September 2013)

Mari kita sebentar melihat ke belakang mulai dari dinaikkannya harga Bahan Bakar Minyak(BBM) sekitar 40% pada akhir kuartal 2 tahun ini. Pada waktu itu, pemerintah selalu beralasan bahwa nilai subsidi sebesar Rp 300 Trilyun telah membebani anggaran oleh karena itu tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan subsidi tersebut. Ditambah lagi pemerintah menganggap bahwa subsidi tidak tepat sasaran karena dikhuwatirkan mengalir ke masyarakat kaya. Kemudian pemerintah melakukan kompensasi jangka pendek kepada masyarakat miskin dengan program BLSM serta berjanji akan mempercepat pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, pendidikan dan sarana lainnya di seluruh daerah Indonesia. Dengan alasan-alasan tersebut, akhirnya pemerintah menaikkan harga BBM tersebut dengan harapan ekonomi Indonesia akan berjalan lebih baik pada waktu mendatang.
Awal nya kita masih yakin dengan dicabutnya subsidi BBM maka infrastruktur akan menjadi baik, sarana kesehatan akan murah, pendidikan akan terjangkau dan fasilitas kebutuhan masyarakat terpenuhi. Tapi sayangnya semua fasilitas tersebut tidak mungkin diadakan,dibangun serta dipenuhi dalam tempo yang singkat. Malah yang ditemui adalah keluhan kemacetan di mana-mana, biaya kesehatan yang mahal, pendidikan yang tidak terjangkau serta fasilitas-fasilitas yang tidak layak standard. Nampaknya masyarakat mulai menganalisa apakah jitu kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM apabila melihat kenyataan masih banyaknya masalah yang tidak selesai.
Kita ketahui bersama bahwa salah satu penyebab inflasi adalah karena bertambahnya biaya produksi (cash push inflation). Sementara dengan naiknya harga BBM, secara langsung menambah biaya produksi seperti : pembelian bahan bakar untuk mesin produksi lebih mahal, biaya bahan bakar untuk transportasi lebih tinggi, harga listrik serta utilitas juga ikut naik. Sehingga dapat dikatakan bahwa kenaikkan harga BBM pasti berdampak pada inflasi atau kenaikkan harga barang dan jasa yang diproduksi. Dengan alasan ini sudah terbukti kenaikkan harga BBM justru menambah permasalahan bagi masyarakat yang pada gilirannya juga masalah buat pemerintah. Artinya kebijakan menaikkan harga BBM yang semula bertujuan dapat memperbaiki infrastruktur serta sarana dan fasilitas penunjang lainnya belum tercapai, tetapi malah masyarakat tidak dapat menghindar dari meningkatnya harga barang dan jasa karena naiknya harga BBM.
Tidak lama setelah hari raya idul fitri, ekonomi Indonesia dikejutkan dengan melemahnya mata uang rupiah bahkan sampai di atas level psikologis 1 USD lebih dari Rp 11,000. Pemerintah mengakui bahwa melemahnya rupiah karena transaksi neraca pembayaran kita adalah negatif akibat lebih banyak impor dari pada ekspor. Untuk mengatasi merosotnya nilai tukar ini lalu pemerintah mengelurakan paket kebijakan fiskal yaitu : mempercepat proses ijin investasi, mengurangi impor migas, menggalakkan alternatif energi, memacu ekspor dengan memacu produksi nasional. Apabila ditelaah nampaknya paket kebijakan fiskal tersebut pun tidak mampu menahan merosotnya nilai tukar secara cepat. Bahkan sekarang terlihat lagi bahwa merosotnya rupiah juga berdampak pada meningkatnya inflasi lagi. Hal ini terbukti lagi dengan bertambah naiknya harga barang dan jasa yang berhubungan pemakian USD yang dominan, seperti : kegiatan pelabuhan, pembayaran jasa dari perusahaan asing di Indonesia, bahan baku impor (farmasi, tekstil, bahan bangunan).
Dalam kurun waktu tahun 2013 ini, ekonomi Indonesia setidaknya telah melewati dua kali gelombang inflasi : pertama karena kenaikan bbm dan kedua karena merosotnya rupiah. BBM dinaikkan karena beban subsidi yang sudah tidak dapat ditanggung pemerintah, sedangkan merosotnya rupiah karena transaksi neraca perdagangan yang negatif. Dari dua gelombang inflasi ini, cepat sekali berdampak langsung kepada masyarakat diawali dengan menurunnya daya beli yang bisa berujung pada bertambahnya jumlah kemiskinan di Indonesia. Sebagai berikut dampak lain dari inflasi yang kelihatan nyata : banyak perusahaan yang harus gulung tikar karena mahalnya biaya produksi, menurunnya investasi lokal dan asing karena naiknya suku bunga bank.
Dengan memperhatikan dua kebijakan: menaikkan harga BBM dalam rangka mencabut subsidi yang selama ini menjadi beban dan mengeluarkan paket kebijakan fiskal untuk mengatasi merosotnya nilai tukar rupiah. Maka ditarik suatu kesimpulan bahwa dua kebijakan diatas tersebut adalah MissMatch (tidak nyambung). Dalam artian dua kebijakan tersebut tidak menjawab secara cepat masalah-masalah yang timbul di lapangan, bahkan cenderung dua kebijakan tersebut menimbulkan masalah-masalah baru. Hal-hal tersebut terjadi karena permasalahan yang timbul sangat cepat dan tidak terantisipasi seperti ulasan di atas : dengan naiknya BBM pasti langsung harga transportasi naik tetapi infrastruktur tidak mungkin dibangun dalam waktu singkat, obat-obat import mahal pasti lebh cepat ketimbang tersedianya layanan kesehatan, dan bantuan orang miskin seperti BLSM merupakan bentuk solusi yang tidak nyambung yang mana sangat aneh pengetasan kemiskinan hanya diselesaikan dengan uang ratusan ribu rupiah yang akhirnya banyak menelan korban.
Dengan demikian seharusnyalah dalam pengambilan kebijakan ke depan, pemerintah lebih tanggap untuk menjawab permasalahan secara cepat dan tepat. Jangan sampai masalah-masalah di depan mata diselesaikan dengan kebijakan yang hasilnya dalam jangka panjang, atau sebaliknya masalah-masalah yang yang harus diselesaikan secara berkepanjangan tetapi menggunakan kebijakan yang hasilnya hanya sesaat. Semoga dengan pelajaran-pelajaran selama ini, pemerintah kita akan lebih baik yaitu tidak lagi menjadi pemerintah yang MissMatch atau pemerintah yang tidak NYAMBUNG.

———————

Apakah Pembangunan Indonesia Berkelanjutan ?

Pembangunan adalah sebuah kata yang sering kita dengar, bahas dan tulis dalam kegiatan ekonomi, politik, social dan lingkungan hidup.
Pembangunan secara umum dapat diartikan mendapatkan sesuatu yang lebih baik pada masa yang akan datang. Dalam kehidupan bernegara pembangunan harus dilakukan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat seperti pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, pembangunan untuk mendapatkan kualitas layanan kesehatan, pembangunan untuk mencapai tingkat pendidikan yang bermutu. Dengan kata lain, hasil-hasil dari aspek yang dibangun harus lebih baik dari sebelumnya. Sehingga secara kasat mata masyarakat dapat merasakan, melihat dan memakai fasilitas-fasiltas yang dibangun dan dapat dianalisa melalui indikator-indikator pembagunan dengan hasil yang tentunya lebih baik.

Era Presiden Soeharto selama 32 tahun dikenal dengan Repelita yaitu Rencana Pembangunan Lima Tahun. Yang telah dilakukan dariRepelita I sampai dengan Repelita ke V. Kemudian, dari tahun 1998 sampai dengan sekarang telah dilakukan pembangunan reformasi. Tetapi pertanyaannya apakah pembangunan yang sudah dan sedang berlangsung tersebut adalah berkelanjutan. Kita akan dapat menjawab ini pada alinea terkahir dari tulisan ini.

Definisi sederhana dari pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana kita menggunakan sumberdaya (sumber daya alam dan sumber daya manusia) pada masa kini tetapi tetap memperhatikan ketersediaannya pada masa yang akan datang, atau harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap generasi penerus. Selain itu pembangunan harus mempunyai keseimbangan antara aspek-aspek kehidupan. Aspek-aspek pembangunan tersebut adalah ekonomi, sosial, lingkungan hidup dan politik. Dengan demikian, pembangunan ekonomi harus tetap menjaga tatanan kehidupan social masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup. Kita tidak selalu memperhatikan keuntungan ekonomi belaka tetapi keutuhan social masyarakat serta lingkungan hidup harus menjadi perhatian. Atau, pembangunan ekonomi itu sendiri mesti diterima secara social dan lingkungan hidup. Mengingat Indonesia menerapkan politik multi partai yang syarat dengan banyaknya kepentingan dari setiap golongan maka pembangunan tidak bias hanya mementingkan satu golongan atau beberapa golongan tetapi harus mendahulukan kepentingan bersama yang berazaskan pada aspek social dan lingkungan hidup.

Apakah Ada Tanggung Jawab terhadap generasi penerus ?

Sebagai berikut deteksi contoh-contoh pembangunan di Indonesia yang ada selama ini, apakah berkelanjutan atau tidak? Kita ketahui bersama dalam pemanfaatan sumber daya alam, jarang sekali kita memperhatikan bagaimana ketersediaan untuk masa akan datang yang bermanfaat untuk generasi penerus, contoh :minyak tidak sampai dari 30 tahun lagi persediaanya akan habis, begitu juga batubara kurang dari seratus tahun juga akan habis, sementara bangsa kita masih minim sekali mengembangkan energy alternatif. Dalam bidang pendidikan, tidak adanya antisipasi keberlangsungan pendidikan secara integral terhadap masa depan yang pada gilirannya selalu terjadi perubahan kurikulum dari waktu ke waktu serta rendahnya pengembangan penelitian dalam dunia akademik yang berakibat pada jarangnya kita memiliki produk-produk unggulan bangsa. Dalam industry perikanan dan kelautan, terjadinya penangkapan ikan secara illegal baik yang dilakukan oleh pengusaha-pengusaha local maupun yang dilakukan oleh negara lain di daerah perikanan Indonesia yang berakibat peruntukan ekonominya bukan unuk kepentingan bangsa. Besarnya arus import ketimbang eksport, artinya bangsa kita lebih banyak menggantungkan diri kepada negara-negara lain yang gilirannya menimbulkan kerentanan krisis secara ekonomi.

Dari contoh-contoh di atas, Nampak sekali bahwa pembangunan tidak memperhatikan tanggung jawab kita terhadap masa depan untuk generasi penerus. Padahal pembangunan yang dilakukan haruslah memperhatikan hal-hal seperti : ketersediaan sumber daya alam masa mendatang, mutu pendidikan yang bermutu untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, kemandirian sumber daya manusia dalam pemenuhan kebutuhan.
Apakah terjadi Keseimbangan Aspek-Aspek Sosial, Lingkungan Hidup dan Politik ?

Pembukaan tambang minyak dan gas, batubara serta mineral malah memberikan masalah bagi kehidupan social seperti terciptanya kesenjangan sosial di sekitar daerah industri, bergesernya budaya local kemudian diikuti dengan terganggunya lingkungan hidup yang berkibat pada bencana banjir, polusi udara. Pembangunan sarana transportasi publik di Jakarta yang syarat berhubungan dengan aspek social dan aspek lingkungan seperti penolakan masyarakat karena tempat domisili yang diambil alih, kurangnya kompensasi sebagai penggantinya. Pembangunan pelabuhan yang tidak memperhatikan ekosistem laut yang mengakibatkan terjadinya pencemaran yang akhirnya masyarakat nelayan yang tinggal di daerah tersebut ternganggu kondisi kesehatannya.

Dari deteksi di atas dapat memberikan info kepada kita semua untuk menjawab pertanyaan dari judul tulisan ini. Banyak sekali dari contoh-contoh pembangunan Indonesia yang tidak memperhatikan kelangsungan untuk masa yang akan datang. Ditambah lagi, tidak bertujuan pada keseimbangan aspek social dan aspek lingkungan hidup serta masih mementingkan keputusan politik untuk suatu golongan. Sekarang tugas kita semua untuk mulai memikirkan, melakukan, evaluasi apakah kita sudah melakukan pembangunan berkelanjutan.
Mari kita tinggalkan hal-hal seperti ego, kepentingan golongan, keputusan jangka pendek, orientasi ekonomi. Untuk menuju kepada hal-hal kebersamaan, kepentingan nasional, keputusan jangka panjang dan memperhatikan dampak social dan lingkungan.

Semoga tulisan ini memberikan sedikit pencerahan ( membuka pemikiran ) kita semua untuk menjawab apakah Indonesia sudah memiliki pembangunan berkelanjutan atau belum?? Wallahu ‘alam.

Pelabuhan

Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai, atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal yang berlabuh. Crane dan gudang berpendingin juga disediakan oleh pihak pengelola maupun pihak swasta yang berkepentingan. Sering pula disekitarnya dibangun fasilitas penunjang seperti pengalengan dan pemrosesan barang. Peraturan Pemerintah RI No.69 Tahun 2001 mengatur tentang pelabuhan dan fungsi serta penyelengaraannya.

Pelabuhan juga dapat di definisikan sebagai daerah perairan yang terlindung dari gelombang laut dan di lengkapi dengan fasilitas terminal meliputi :

  • dermaga, tempat di mana kapal dapat bertambat untuk bongkar muat barang.
  • crane, untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat barang.
  • gudang laut (transito), tempat untuk menyimpan muatan dari kapal atau yang akan di pindah ke kapal.

Pelabuhan juga merupakan suatu pintu gerbang untuk masuk ke suatu daerah tertentu dan sebagai prasarana penghubung antar daerah, antar pulau, bahkan antar negara. (Triatmodjo, 2009)

Jenis Pelabuhan

(Berdasarkan PP N.69 Tahun 2001)

a. Alamnya

  • Pelabuhan terbuka, kapal dapat merapat langsung tanpa bantuan pintu air,umumnya berupa pelabuhan yang bersifat tradisional.
  • Pelabuhan tertutup, kapal masuk harus melalui pintu air seperti dapat kita temui di Liverpool, Inggris dan terusan Panama.

b. Pelayanannya

  • Pelabuhan Umum, diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat yang secara teknis dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP).
  • Pelabuhan Khusus,dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu, baik instansi pemerintah, seperti TNI AL dan Pemda Dati I/Dati II, maupun badan usaha swasta seperti, pelabuhan khusus PT BOGASARI yang digunakan untuk bongkar muat tepung terigu.

c. Lingkup Pelayaran

  • Pelabuhan Internasional Hub, utama primer yang melayani nasional dan internasional dalan jumlah besar. dan merupakan simpul dalam jaringan laut internasional.
  • Pelabuhan International, utama sekunder yang melayani nasional maupun internasional dalam jumlah besar yang juga menjadi simpul jaringan transportasi laut internasional.
  • Pelabuhan Nasional, utama tersier yang melayani nasional dan internasional dalam jumlah menengah.
  • Pelabuhan Regional,pelabuhan pengumpan primer ke pelabuhan utama yang melayani secara nasional.
  • Pelabuhan Lokal, pelabuhan pengumpan sekunder yang melayani lokal dalam jumlah kecil.

d.Perdagangan Luar Negeri

  • Pelabuhan Ekspor
  • Pelabuhan Impor

e.Kapal yang Diperbolehkan Singgah

  • Pelabuhan Laut, Pelabuhan yang boleh dikunjungi kapal negara-negara sahabat.
  • Pelabuhan Pantai, pelabuhan yang hanya boleh dikunjungi kapal nasional.

f.Wilayah Pengawasan Bea Cukai

  • Custom port, adalah wilayah dalam pengawasan bea cukai.
  • Free port. adalah wilayah pelabuhan yang bebas diluar pengawasan bea cukai.

g.Kegiatan Pelayarannya

  • Pelabuhan Samudra, contoh: Pelabuhan Tanjung Priok.
  • Pelabuhan Nusantara, contoh: Pelabuhan Banjarmasin.
  • Pelabuhan Pelayaran Rakyat, contoh: Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta.

h. Peranannya

  • Transito, pelabuhan yang mengerjakan kegiatan transhipment cargo, seperti Pelabuhan Singapura.
  • Ferry, pelabuhan yang mengerjakan kegiatan penyebrangan, seperti Pelabuhan Merak.

Kata pelabuhan laut digunakan untuk pelabuhan yang menangani kapal-kapal laut. Pelabuhan perikanan adalah pelabuhan yang digunakan untuk berlabuhnya kapal-kapal penangkap ikan serta menjadi tempat distribusi maupun pasar ikan.

Klasifikasi pelabuhan perikanan ada 3, yaitu: Pelabuhan Perikanan Pantai, Pelabuhan Perikanan Nusantara, dan Pelabuhan Perikanan Samudera.

Di bawah ini hal-hal yang penting agar pelabuhan dapat berfungsi:

  • Adanya kanal-kanal laut yang cukup dalam (minimum 12 meter)
  • Perlindungan dari angin, ombak, dan petir
  • Akses ke transportasi penghubung seperti kereta api dan truk.

Pelabuhan utama dunia

Pelabuhan Wellington pada malam hari. Karena kapasitasnya yang terbatas, banyak pelabuhan yang bekerja sepanjang waktu.

Peringkat pelabuhan dunia berdasarkan volume lalu-lintas muatan kargo kontainer (dalam jutaan TEU) (2004):

  1. Pelabuhan Hong Kong Tiongkok
  2. Pelabuhan Singapura Singapura
  3. Pelabuhan Shanghai Tiongkok
  4. Pelabuhan Shenzhen Tiongkok
  5. Pelabuhan Pusan Korea Selatan
  6. Pelabuhan Kaohsiung Taiwan
  7. Pelabuhan Rotterdam Belanda
  8. Pelabuhan Los Angeles Amerika Serikat
  9. Pelabuhan Hamburg Jerman
  10. Pelabuhan Dubai Uni Emirat Arab
  11. Pelabuhan Antwerp Belgia
  12. Pelabuhan Long Beach Amerika Serikat
  13. Pelabuhan Klang Malaysia
  14. Pelabuhan Qingdao Tiongkok
  15. Pelabuhan New York/New Jersey Amerika Serikat
  16. Pelabuhan Jakarta Indonesia

 

BANDAR UDARA

Bandar udara (disingkat: bandara) atau pelabuhan udara merupakan sebuah fasilitas tempat pesawat terbang dapat lepas landas dan mendarat. Bandar udara yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landas pacunamun bandara-bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan penerbangan maupun bagi penggunanya.

Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization): Bandar udara adalah area tertentu di daratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.

Sedangkan definisi bandar udara menurut PT (persero) Angkasa Pura adalah “lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk masyarakat”.

 Daftar isi

1 Awal mula

2 Fasilitas bandar udara

2.1 Sisi Udara (Air Side)

2.2 Sisi Darat (Land Side)

3 Penamaan dan kode

4 Lihat pula

 

Awal mula

Pada masa awal penerbangan, bandar udara hanyalah sebuah tanah lapang berumput yang bisa didarati pesawat dari arah mana saja tergantung arah angin.

Di masa Perang Dunia I, bandar udara mulai dibangun permanen seiring meningkatnya penggunaan pesawat terbang dan landas pacu mulai terlihat seperti sekarang. Setelah perang, bandar udara mulai ditambahkan fasilitas komersial untuk melayani penumpang.

Sekarang, bandar udara bukan hanya tempat untuk naik dan turun pesawat. Dalam per­­kembangannya, berbagai fasilitas ditambahkan seperti toko-toko, restoran, pusat kebugaran, dan butik-butik merek ternama apalagi di bandara-bandara baru.

Kegunaan bandar udara selain sebagai terminal lalu lintas manusia / penumpang juga sebagai terminal lalu lintas barang. Untuk itu, di sejumlah bandar udara yg berstatus bandar udara internasional ditempatkan petugas bea dan cukai. Di indonesia bandar udara yang berstatus bandar udara internasional antara lain Polonia (Medan), Soekarno-Hatta (Cengkareng), Djuanda (Surabaya), Sepinggan (Balikpapan), Hasanudin (Makassar) dan masih banyak lagi.

Fasilitas bandar udara

Fasilitas bandar udara yang terpenting adalah:

Sisi Udara (Air Side)

landas pacu yang mutlak diperlukan pesawat. Panjangnya landas pacu biasanya tergantung dari besarnya pesawat yang dilayani. Untuk bandar udara perintis yang melayani pesawat kecil, landasan cukup dari rumput ataupun tanah diperkeras (stabilisasi). Panjang landasan perintis umumnya 1.200 meter dengan lebar 20 meter, misal melayani Twin Otter, Cessna, dll. pesawat kecil berbaling-baling dua (umumnya cukup 600-800 meter saja). Sedangkan untuk bandar udara yang agak ramai dipakai konstruksiaspal, dengan panjang 1.800 meter dan lebar 30 meter. Pesawat yang dilayani adalah jenis turbo-prop atau jet kecil seperti Fokker-27, Tetuko 234, Fokker-28, dlsb. Pada bandar udara yang ramai, umumnya dengan konstruksi beton dengan panjang 3.600 meter dan lebar 45-60 meter. Pesawat yang dilayani adalah jet sedang seperti Fokker-100, DC-10, B-747, Hercules, dlsb. Bandar udara international terdapat lebih dari satu landasan untuk antisipasi ramainya lalu lintas.

Apron adalah tempat parkir pesawat yang dekat dengan bangunan terminal, sedangkan taxiway menghubungkan apron dan run-way. Konstruksi apron umumnya beton bertulang, karena memikul beban besar yang statis dari pesawat

Untuk keamanan dan pengaturan, terdapat Air Traffic Controller, berupa menara khusus pemantau yang dilengkapi radio control dan radar.

Karena dalam bandar udara sering terjadi kecelakaan, maka diseduiakan unit penanggulangan kecelakaan (air rescue service) berupa peleton penolong dan pemadan kebakaran, mobil pemadam kebakaran, tabung pemadam kebakaran, ambulance, dll. peralatan penolong dan pemadam kebakaran

Juga ada fuel service untuk mengisi bahan bakar avtur.

 

Sisi Darat (Land Side)

Terminal bandar udara atau concourse adalah pusat urusan penumpang yang datang atau pergi. Di dalamnya terdapat pemindai bagasi sinar X, counter check-in, (CIQ, Custom – Inmigration – Quarantine) untuk bandar udara internasional, dan ruang tunggu (boarding lounge) serta berbagai fasilitas untuk kenyamanan penumpang. Di bandar udara besar, penumpang masuk ke pesawat melalui garbarata atau avio bridge. Di bandar udara kecil, penumpang naik ke pesawat melalui tangga (pax step) yang bisa dipindah-pindah.

Curb, adalah tempat penumpang naik-turun dari kendaraan darat ke dalam bangunan terminal

Parkir kendaraan, untuk parkir para penumpang dan pengantar/penjemput, termasuk taksi

Pemindai bagasi sinar X di bandara internasional Sultan Hasanuddin, Makassar

Penamaan dan kode

Setiap bandar udara memiliki kode IATA dan ICAO yang berbeda satu sama lain. Kode bisa diambil dari berbagai hal seperti nama bandar udara, daerah tempat bandar udara terletak, atau nama kota yang dilayani. Kode yang diambil dari nama bandar udara mungkin akan berbeda dengan namanya yang sekarang karena sebelumnya bandar udara tersebut memiliki nama yang berbeda.

 

Salah satu jaringan jalan tol di Jakarta, Indonesia

Infrastruktur fisik dan sosial adalah dapat didefinisikan sebagai kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik. Istilah ini umumnya merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas antara lain dapat berupa jalan, kereta api, air bersih, bandara, kanal,waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan,telekomunikasi, pelabuhan secara fungsional, infrastruktur selain fasilitasi akan tetapi dapat pula mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi aliran produksi barang danjasa sebagai contoh bahwa jalan dapat melancarkantransportasi pengiriman bahan baku sampai ke pabrik kemudian untuk distribusi ke pasar hingga sampai kepada masyarakat. dalam beberapa pengertian, istilah infrastruktur termasuk pula infrastruktur sosial kebutuhan dasar seperti antara lain termasuk sekolah dan rumah sakit. Bila dalam militer, istilah ini dapat pula merujuk kepada bangunan permanen dan instalasi yang diperlukan untuk mendukung operasi dan pemindahan.

 

 

Batu bara secara umum

Umur batu bara

Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.

Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 – 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.

Materi pembentuk batu bara

Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:

  • Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
  • Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
  • Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.
  • Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.
  • Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.

Penambangan

Tambang batu bara di Bihar, India.

Penambangan batu bara adalah penambangan batu bara dari bumi. Batu bara digunakan sebagai bahan bakar. Batu bara juga dapat digunakan untuk membuat coke untuk pembuatan baja.[1]

Tambang batu bara tertua terletak di Tower Colliery di Inggris.

Kelas dan jenis batu bara

Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus, sub-bituminus, lignit dan gambut.

  • Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% – 98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%.
  • Bituminus mengandung 68 – 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia.
  • Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.
  • Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya.
  • Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.

Pembentukan batu bara

Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilah pembatu baraan (coalification). Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi, yakni:

  • Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.
  • Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.

 

 

Name *
Email *
Website
Message *